Laporan Survey ke Ponpes Nabil Husein

Waktu

: Hari Jum’at Tgl 27 Maret 2021 Jam 12:30 – 16:00

Tempat

: Pondok Pesantren Nabil Husein

Jl. Rapak Indah No.1, Kel. Karang Asam Ulu, Kec. Sungai Kunjang

Kota Samarinda

Perihal

: Tindak Lanjut Proposal Pengembangan Agribisnis

 Resume

Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh Ponpes berupa lahan, tenaga kerja (SDM), pengetahuan teknis yang merupakan hasil diskusi dan wawancara dengan Pimpinan Pondok Pesantren dapat disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Nabil Husein memiliki beberapa peluang usaha yang dapat dikembangkan guna mendukung kemandirian Pondok, yaitu:

  • Penggemukan Sapi
  • Pabrik CPO mini
  • Hidroponik
  • Digital Farming
  • Penggemukan sapi, kapasitas 30-50 ekor, rencananya dilakukan secara bertahap, mulai dari 10 ekor dengan menggunakan pakan buatan berupa konsentrat hasil fermentasi yang sudah dicetak berbentuk pelet. Sumber pakan berasal dari Probolinggo yang merupakan hasil kerjasama PBNU dengan perusahaan dari Selandia Baru. Adapun harga pelet tersebut sebesar Rp. 3.600,- /Kg (belum termasuk ongkos kirim), dan analisa bisnisnya masih belum didapat.
  • Pabrik CPO mini, ada harapan pimpinan Pondok Pesantren untuk membangun pabrik CPO mini, mengingat pesantren sendiri memiliki lahan sawit yang sangat luas, yaitu 60 Ha. Tujuannya agar sawit pesantren dan perkebunan rakyat sekitarnya dapat diolah secara maksimal.

    Untuk memenuhi harapan Pimpinan Pondok Pesantren tersebut, kami mencoba mecari literatur mengenai pabrik CPO mini ini, hasil yang didapat bahwa untuk sebuah Pabrik CPO mini membutuhkan investasi sebesar USD 4 Juta atau setara Rp. 60 Milyar.

    Berikut adalah tautannya:

  • Dari hasil dialog dengan Pimpinan Pondok Pesantren selama kurang lebih 3 jam, diantaranya kami memperoleh informasi kebutuhan sayuran Pondok untuk kebutuhan sekitar 1.000 orang santri adalah sbb:

Sawi

80 Ikat per minggu

Bayam

80 Ikat per minggu

Kecambah

5 Kg

Wortel

60 Kg /minggu

Kol

60 Kg /minggu

Untuk memenuhi kebutuhan sayuran ini, jika menggunakan hidroponik maka diperkirakan membutuhkan lahan seluas:

20 X 30 m, dengan jarak lubang (pot) 20 Cm.

 Usul dan Saran

Dikarenakan kebutuhan investasi hidroponik diperkirakan cukup tinggi, maka sebagai alternatif kami mengusulkan untuk membangun Digital Farming yaitu perkebunan sayuran yang irigasinya menggunakan teknologi sprinkler irrigation system serta plant monitoring system untuk membantu pemantauan kondisi tanah dan tanamannya.

Untuk memenuhi kebutuhan sayuran Pondok diperkirakan luas lahan yang dibutuhkan ± 2.000 m2.

Jika usulan diterima, maka kami akan segera membuat perencanaannya.

 Samarinda, 28 Maret 2021,



Edy Krisnadi

Konsultan Pengembang UMKM

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.